Sekilas tentang obrolan wangsa
Obrolan wangsa adalah sebuah acara faksi RRI Purwokerto yang disiarkan di Programa 1 melalui frekuensi FM 93,1 mHz dan AM 756 kHz, pada pukul 21.10 wib. Acara ini dikemas secara santai oleh Agus Sukoyo, dia menampilkan nama-nama tokoh obrolan antara lain:
Pak Singa mewakili tokoh pengalaman segala bidang sekaligus sebagai tokoh kawakan yang diambil dari nama pendahulu obrolan ini, pernah menjadi maskot RRI Purwokerto. Pak Wangsa adalah nama tokoh yang pernah diilokan oleh pak Singa sewaktu beliau masih hidup, pak wangsa melanjutkan obrolan pak singa mulai tahun 2005. Nama Pak Wangsa diambilsebgai nama acara "obrolan wangsa" agar nama acara yang pernah menjadi maskot tersebut tidak lenyap dari peredaran nama acara. Sebagai contoh kalau di RRI Yogya pernah ada acara obrolan pak Besut yang sudah mulai pudar. Olek karena itu untuk melestarikan jenis acara obrolan di RRI Purwokerto tersebut Agus Sukoyo mengambil inisiatif memberanikan diri mengasug acara yang sudah sering batal. Akhirnya sewaktu Pak Singa alias Pak Sumarno WHD masih hidup memanggil Agus Sukoyo, membimbingnya agar dapat meneruskan acara yang diasuhnya. Empatpuluh hari setelah pertemuan itu ternyata Pak Singa asli alias Sumarno WHD meninggal dunia. Dengan peristiwa itu, maka dalam obrolan Wangsa,masih menggunakan nama-nama tokoh pelaku yang pernah dipakai oleh Pak Singa. Yaitu:Paman Karya Menawi mewakili tokoh tukang becak yang sering disebut sebagai supir bemo tanpa mesin, dia adalah tokoh rakyat cilik yang mengejewantahkan kaum marjinal yang dalam mengais rejeki mengandalkan jasa ontel becaknya. Tokoh ini penting sebagai wakil rakyat kecil yang kadang 'pinemu' atau pendapatnya kurang dideingar oleh para pejabat. Selanjutnya tokoh Wa Tamamad, seorang 'kesepuhan' atau orang yang berpengaruh dalam masyarakat yang nasihatnya masih didengar oleh siapapun, dia terkenal karena wejangan dan pengamalam hidup dari beberapa kurun waktu jaman penjajahan, belanda, jepang, jaman kembalinya republik, sampai jalam pahit manisnya kemerdekaan sampai jaman sekarang yang penuh dengan pancaroba. Tokoh mbokayu Gembrot adalah mewakili seorang bakul atau pedagang kaki lima di pasar, yang suka menjadi ' bakul sinambi wara' yaitu sambil berdagang dia suka menyeberkan informasi yang diperolehnya, tentang apa saja yang didengar dapat diceritakan kepada siapa saja yang dijumpai, maka pengalamannya sebatas apa yang dia dengar. Selanjutnya Mbokayu Tebok, si Tebok ini adalah personifikasi dari seorang guru yang digugu dan ditiru, pendapatnya seperti orang yang berpengalaman berbagai bidang atau 'lantip'namun karena pola hidupnya yang pas-pasan seperti layaknya seorang guru pada umumnya maka pendapatnya kadang sensitif terhadap peristiwa yang menimpa nasibnya sebagai seorang guru. Kecerdasannya sering mewakili kaum intelek yang senang berkomentar terhadap peristiwa yang terjadi. Selajutnya ada tokoh Guplo, si Guplo ini adalah seorang tokoh pemuda pengangguran yang lagi cari kerja, dia lebih suka malas dalam bekerja namun seperti seorang wartawan layaknya dia senang ceplas-ceplos terhadap apa saja. Agus Sukoyo sebagai penerus acara obrolan ini kemudian menambah tokoh yang diberi nama Karta Lewa, yang merupakan tokoh idola seorang intelek, sok tahu, dengan komentar yang jitu dia 'winasis' terhadap peristiwa aktual yang terjadi ditengah masyarakat.
Dengan demikian Obrolan Wangsa, semakin digemari oleh pedengar RRI Purwokerto, apalagi mulai Januari 2008 acara ini diformat manjadi tidak sekeadar obrolan imajiner namun diperkaya dengan on line dengan pendengar via telp 0281-632336. Sayangnya mereka yang on line sering mengatasnamakan salah satu tokoh yang ada. Sehingga menurut evaluator, acara ini majadi rancu antara tokoh imajiner dengan tokoh nyata. Maka selanjutnya disarankan agar para penelpun tidak lagi menggunakan tokoh nama imajiner tersebut.
Obrolan Wangsa, dengan pembukaan yang khas yaitu klamid... kula bumbu lading...pak wangsa, itu semakin membumi lagi setelah pengasuhnya diorbitkan oleh seorang penulis majalah penyebar semangat. Mr Jo begitu nama penulisnya, memuat profil Pak Wangsa di Majalah Penyebar Semangat nomor 34 bulan agustus 2008.
Selamat bergabung dengan Wangsa.
Kalau ada masukan dari Anda mulai sekarang dapat dimasukan juga di blog ini.
THATHITHA....
Matur kesuwun, moga moga para sedulur pada resep midangetaken gendu-gendu rasane pak Wangsa. KLILAAAAN.
Kamis, 16 Oktober 2008
Langganan:
Postingan (Atom)